Keindahan Desa Wisata Sulangai (Sumber foto: sita.badungkab.go.id)
Balidalamberita.com, BADUNG – Desa Wisata Sulangai di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, menawarkan pengalaman menyatu dengan alam dan budaya Bali yang autentik. Pengunjung dapat mengikuti Farming Tour, yakni program pertanian lokal yang melibatkan wisatawan dalam aktivitas bertani secara tradisional.
Untuk mencapai Desa Sulangai dari Kota Denpasar, kamu cukup menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dengan kendaraan bermotor.
Wisata Spiritual dan Alam yang Menyegarkan
Selain kegiatan pertanian, Desa Sulangai memiliki sejumlah destinasi wisata alam dan spiritual yang memukau:
- Goa Gong Waterfall
Air terjun eksotis ini sering dijadikan lokasi pertunjukan Tari Kecak dan aktivitas tracking yang menyenangkan di tengah alam terbuka. - Gandi Homestay
Penginapan yang menyuguhkan suasana alami dengan nuansa budaya lokal, cocok untuk pelancong yang ingin tinggal lebih lama dan merasakan kehidupan pedesaan. - Penglukatan Agung Beji Pancoran Mbah
Tempat melukat atau pembersihan diri secara spiritual ini menjadi titik ketenangan bagi wisatawan yang ingin menyucikan jiwa dan raga. - Pura Kancing Bumi
Pura unik ini memiliki nilai spiritual tinggi dan kerap dikunjungi umat Hindu serta wisatawan yang ingin merasakan energi sakral dari alam Bali. - Subak Batulantang
Jalur tracking pendek ini mengajak pengunjung menyusuri irigasi tradisional Bali yang merupakan warisan budaya dunia.
Menjadi Petani Sehari di Desa Sulangai
Melalui program Farming Tour, pengunjung dapat ikut menanam bibit bawang merah secara tradisional bersama petani setempat. Setelah masa panen, hasil pertanian ini dipasarkan ke hotel dan restoran di Bali sebagai bahan baku makanan.
Menariknya, wisatawan juga bisa mengikuti program cooking class, di mana hasil tani langsung diolah dan disajikan sebagai hidangan khas desa.
Madu Kele: Produk Lokal Bernilai Tinggi
Warga Desa Sulangai juga mengembangkan produk kreatif berupa Madu Kele, yakni madu alami yang diolah secara tradisional. Selain menjadi oleh-oleh khas desa, madu ini mencerminkan semangat kemandirian ekonomi dan pelestarian alam oleh masyarakat lokal.
