potret Ritual Maburu di Desa Adat Panjer (sumber foto: Instagram @desaadatpanjer)
Balidalamberita.com, DENPASAR – Desa Adat Panjer, Denpasar, Bali mempunyai ritual yang sangat unik dan masih dilestarikan hingga saat ini. Padahal, desa adat tersebut berlokasi di daerah perkotaan.
Ritual atau tradisi unik tersebut bernama ritual Maburu. Ritual tersebut biasanya terselenggara ketika Tawur Kesanga menjelang datangnya Hari Raya Nyepi.
Prosesi ritual Maburu tersebut diawali melalui prosesi tawur yang dilakukan selama 3 hari menjelang perayaan Nyepi.

Prosesi tersebut memiliki makna, Ida Bhatara yang berstana di Panjer melaksanakan paruman yang berlangsung di Bale Agung.
Selanjutnya mengadakan prosesi pamelastian yang berlokasi di Pura Segara selama 2 hari jelang datangnya Nyepi.
Selanjutnya mengadakan prosesi menghaturkan sebuah upakara serta ngider yang diadakan di Bale Agung dengan waktu 3 kali.
Pada prosesi tersebut akan berlangsung pengadeg yang kesurupan serta akan berlari ke Pura Tegal Penangsaran untuk Maburu dan mencari simbol-simbol ataupun niyasa sebagai perwujudan dari babi hitam pekat yang berusia sekitar 1 bulan, ayam, atau menggunakan itik.
Pada konteks sastra agama tersebut, jika babi hitam, ayam, serta itik dipercaya sebagai simbol Tri Guna pada manusia.
Tri Guna sendiri adalah 3 sifat manusia, diantaranya seperti: Rajas, Satwam, dan Tamas.
Prosesi tersebut bertujuan untuk mengembalikan sikap yang ditimbulkan atau dilakukan oleh manusia berdasarkan dari sifat raksasa yang kemudian sebagai sifat Dewa.(*)
