Oktober 15, 2026
Desa Adat Tingas

Pura Dalem Pura Prajapati di Desa Adat Tingas (Sumber foto: budayabali.com)

Balidalamberita.com, BADUNG – Desa Adat Tingas kini menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang menarik perhatian wisatawan asing. Terletak di Jalan Raya Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, desa ini berjarak sekitar 15 km dari Denpasar, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar setengah jam. Jika berangkat dari Jimbaran, jaraknya mencapai 30 km dengan waktu tempuh lebih dari satu jam.

Pada awalnya, wilayah ini berada di bawah hukum Desa Mekar Bhuwana. Namun, berdasarkan surat keputusan Bupati Badung saat itu, pemerintah resmi memekarkan wilayah ini menjadi desa adat yang kini dikenal sebagai Desa Adat Tingas.

Sejarah desa ini cukup unik. Konon, keturunan I Gusti Ngurah Mambal sering mengadakan ujian dan pertemuan (dalam Bahasa Bali disebut Pesamuan) untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Dari praktik inilah muncul nama Banjar Adat Samu. Di sebelah timur Banjar Adat Samu, dulunya terdapat hutan bambu yang sangat lebat, atau dalam Bahasa Bali disebut Tiing Nges. Dari istilah itulah akhirnya berkembang nama “Tingas” yang kini menjadi nama resmi desa adat ini.

Desa Adat Tingas juga dikenal karena kekayaan warisan budayanya, terutama pura-pura yang sakral. Terdapat dua pura utama di desa ini, yakni Pura Dalem Pura Prajapati dan Pura Desa Pura Puseh, yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Keempat pura ini merupakan bagian dari sistem Kahyangan Tiga yang umum ditemukan di setiap desa adat di Bali.

Masing-masing pura memiliki fungsi tersendiri:

  1. Pura Dalem: Berlokasi dekat kuburan (setra), pura ini digunakan sebagai tempat ritual penuntun roh orang yang telah meninggal dunia.
  2. Pura Prajapati: Masyarakat menggunakan pura ini untuk melakukan ritual penyelarasan kekuatan positif dan negatif di alam semesta.
  3. Pura Desa: Pura ini menjadi simbol keharmonisan antara manusia, dewa, dan leluhur.
  4. Pura Puseh: Sesuai namanya, “puseh” berarti pusat. Pura ini digunakan untuk memuja Dewa Wisnu sebagai lambang kesejahteraan.

Tak hanya sebagai tempat ibadah, pura-pura tersebut juga menawarkan panorama alam yang indah dengan hembusan angin sepoi yang menyejukkan.

Di samping kekayaan spiritualnya, Desa Adat Tingas juga memikat wisatawan lewat keindahan arsitektur Bali klasik yang menghiasi rumah-rumah dan pura di desa ini. Setiap bangunan menampilkan ukiran rumit pada pintu, dinding, serta gerbang, menciptakan suasana khas Bali yang autentik.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan budaya Bali secara mendalam, Desa Adat Tingas merupakan pilihan tepat. Desa ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Bali terus menjaga dan melestarikan tradisi leluhur mereka hingga kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *