Oktober 15, 2026
Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun

Balidalamberita.com, DENPASAR – Pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster, menjadi sebuah tonggak sejarah baru bagi pemuliaan Desa Adat di Bali. Haluan Pembangunan Bali yang dititik beratkan pada pembangunan Bali secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi menjadi kebutuhan bagi generasi ke generasi untuk memastikan Bali tetap rajeg sebagaimana yang diwariskan Pangelingsir Bali kepada kita saat ini.

Hal ini disampaikan oleh Bandesa Madya MDA Kabupaten Buleleng, I Nyoman Westha,S.Pd, M.Pd., seusai Pengukuhan Lan Pejaya-Jayaan Bandesa Madya dan Prajuru MDA Kabupaten Se – Bali pada Jumat (26/12) di Pura Luhur Samuan Tiga – Gianyar.

Menurut Westha, pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru, merangkum 3 intisari yakni satu sebagai sebuah jalan atau road map, kedua sebagai cita-cita luhur dan ketiga adalah sebagai bentuk komitmen dari pemimpin ke pemimpin dan generasi ke generasi untuk memastikan tegak ran rajegnya Bali dengan adat, budaya, seni, tradisi dan kearifan lokalnya yang terjaga.

Sesuai apa yang disampaikan oleh Gubernur Wayan Koster, Desa Adat memegang peran penting dalam implementasinya. Hal ini menurut Westha, peran Desa Adat, Prajuru dan Krama Desa Adat, perlu lebih terang benderang dan terimplementasi didalam laku dan rupa di Desa Adat. “Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru, harus ada dalam jiwa Desa Adat, gerak langkah dan tujuan Desa Adat itu sendiri, dia tidak boleh hanya sebagai simbol atau entitas yang terlepas dari laku dan rupa didalam tubuh Desa Adat”jelasnya.

Salah satu wujudnya, adalah memastikan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Era Baru harus ada tercatat dan harus terpolakan dalam setiap kebijakan, tugas pokok dan fungsi didalam setiap sendi di Desa Adat. “Ini sekaligus akan menjadi pendorong untuk kestabilan baru di dalam tubuh Desa Adat, yakni kembali kepada ajaran Catur Drestha yang sudah mulai terasa memudar dalam implementasinya”ungkap Westha.

Disisi lain, dengan adanya pencatatan dan penyusunan rencana detail pelaksanaan di tiap Desa Adat, akan membuat Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Era Baru dan lebih membumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *