Oktober 15, 2026
71

Balidalamberita.com – Saat ini banyak orang yang ingin mengetahui terkait sejarah dari Desa Adat Tigawasa sehingga perlu menggali fakta menarik mengenai desa tersebut.

Fakta-fakta ini bisa meliputi peninggalan tertulis atau lontar, prasasti, sebuah cerita, serta berkaitan dengan saksi sejarah.

Desa Tigawasa mempunyai luas wilayah sekitar 1.690 Ha dari pegunungan hingga ke laut atau pantai Tukad Cebol (sekarang dinamakan Desa Kaliasem), Bingin Banjah, Kampung Labuan Aji, dan Kampung Bunut Panggang yang merupakan wilayah Desa ini.

Namun sejak Indonesia merdeka, kemudian wilayah Desa Tigawasa terbagi ke dalam 5 (lima) wilayah yaitu:

  1. Tigawasa
  2. Tukad Cebol ( Kaliasem)
  3. Bunut Panggang
  4. Labuan Aji
  5. Bingin Banjah

Wilayah tersebut dibawah Distrik (Kecamatan) banjar, Kabupaten Buleleng.

Asal usul dari desa ini belum bisa diketahui secara pasti, namun banyak orang yang menyebutkan Desa Tigawasa ke dalam Desa Purba (Bali Aga) karena ditemukannya sesuatu yang mengandung kepurbakalaan.

Berdasarkan Ilmu Bahasa, nama Desa tersebut terdiri dari kata majemuk yang berarti Tiga-wasa (Wasa bahasa kawi) yang merupakan Banjar atau Desa.

Desa Adat Tigawasa terdiri atas 3 (tiga) Banjar yaitu

  1. Banjar Sanda
  2. Banjar Pangus
  3. Banjar Kuum Munggah (Gunung Sari).

Masyarakat Desa Tigawasa sudah ada sejak zaman batu muda (Mulethicum) dan telah menetap di tempat tersebut, hal ini dibuktikan dari adanya berbagai kapak batu halus di berbagai lokasi.

Berdasarkan keterangan dari Jawatan Purbakala yang melakukan penjelajahan hingga pembongkaran Sarkopah yang terungkap jika benda-benda tersebut sudah berusia 2000 tahun lebih.

Itulah penjelasan singkat tentang fakta menarik dari Desa Adat Tigawasa yang tentunya menjawab rasa penasaran setiap orang yang ingin mengetahui tentang desa ini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *