Oktober 15, 2026
Laptop Flagship ExpertBook Ultra diujicoba disiram air

Laptop Flagship ExpertBook Ultra diujicoba disiram air

Balidalamberita.com, MANGUPURA—Produsen laptop asal Taiwan, ASUS secara resmi memperkenalkan model terbaru ASUS ExpertBook Ultra yang diklaim memiliki kemampuan ekstrem dan jauh lebih baik dari kompetitornya ke pasar di Bali.

Laptop terbaik berbobot 1,1 kg ini ditujukan untuk meruntuhkan dominasi pesaing yang sudah ada sebelumnya, karena dibekali spesifikasi material sasis premium yang memenuhi standar militer US MIL-STD 810H, sehingga memberikan ketangguhan fisik luar biasa tanpa mengorbankan estetika. Dalam sebuah skenario, ASUS ExpertBook Ultra dapat bertahan meskipun mendapatkan beban tekanan hingga 100Kg di atasnya serta tahan kebocoran meskipun disiram air banyak. Saat demo, laptop ini berhasil mengangkat beban dumbel yang sudah diikat tali.

“Bukan untuk show-off, akan tetapi daya tahan terhadap tekanan hingga 100Kg atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis. Dari pengalaman, banyak laptop yang mengalami kerusakan bukan akibat terjatuh atau terinjak, melainkan akibat dimasukkan ke dalam tas yang padat,” ujar Eric Khoven, Commercial Director, ASUS Indonesia, pada Kamis, 30 Juli 2026 di Pecatu, Kabupaten Badung.

ASUS ExpertBook Ultra masuk kategori segmen bisnis kelas atas karena menawarkan keamanan tingkat tinggi, mobilitas ekstra, dan integrasi kecerdasan buatan yang mulus. Di kelas flagship, ASUS ExpertBook Ultra sebagai The Flagship of the Industry. Secara terus terang, manajemen berani menyatakan bahwa lapto ini mengungguli laptop flagship kompetitornya seperti Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14, serta sang ikon efisiensi daya, Apple MacBook Air M4 13 inci. Dan terbukti menawarkan kemampuan yang lebih baik dari produk-produk tersebut secara signifikan.

“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” sebut Eric Khoven.

Eric menambahkan, saat ini di pasaran Indonesia, produk-produk flagship kompetitor masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 yang menghasilkan performa AI NPU hingga 48 TOPS. Langkah ASUS untuk langsung memanfaatkan teknologi mutakhir di lini laptop bisnis kelas flagship merupakan langkah yang sulit diikuti oleh kompetitor di Indonesia.

“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah,” tambah Eric. “Saat  mengaktifkan notulen otomatis berbasis AI, efisiensi chip yang digunakan juga sangat terasa,” tambahnya.

Tak hanya itu, melalui fitur ASUS AI ExpertMeet, pemrosesan transkripsi, penerjemahan bahasa dan optimasi kamera web secara langsung berjalan sepenuhnya di dalam NPU. Dengan demikian, prosesor ASUS ExpertBook Ultra tetap dingin dan tidak menguras daya baterai utama, serta jauh mengungguli produk-produk kompetitor dalam hal kekuatan pemrosesan AI lokal.

Apalagi ASUS juga menyediakan tools Zenni Claw yang pada ASUS ExpertBook Ultra, dapat melakukan agentic AI secara local ataupun cloud dengan menghubungkan tools dengan Anthropic, OpenAI ataupun Google Gemini.

Selain itu, perbedaan yang paling mencolok dalam skenario penggunaan dunia nyata terlihat jelas ketika perangkat ini dibawa bekerja di luar ruangan dengan mobilitas tinggi.

“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung,” sebut Eric. “ASUS ExpertBook Ultra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1400 nits,” sebutnya.

Teknologi Tandem OLED pada ASUS memastikan dokumen hukum, grafik finansial, maupun teks presentasi tetap terlihat sangat tajam dan terbaca dengan sempurna tanpa gangguan refleksi cahaya matahari, mengungguli kenyamanan visual yang ditawarkan oleh perangkat-perangkat flagship kompetitor.

“Keberanian ASUS membawa teknologi Tandem OLED ke dalam segmen laptop kerja merupakan lompatan industri yang masif,” sebut Eric “Teknologi ini tidak hanya menggandakan kecerahan tetapi juga memperpanjang usia pakai panel secara drastis dari risiko burn-in yang sering menghantui layar OLED konvensional,” sebut Eric.

Keunggulan komprehensif inilah yang membuat ASUS ExpertBook Ultra sangat layak disebut sebagai The Flagship of the Industry dalam kategori Laptop Bisnis Terbaik masa kini. ASUS tidak sekadar merakit laptop berspesifikasi tinggi, melainkan menciptakan standar baru tentang bagaimana sebuah komputer bisnis premium seharusnya beroperasi.

Selain keunggulan daya tahan material fisik, predikat sebagai pemimpin industri dipertegas oleh fitur keamanan tingkat enterprise dan inovasi fungsional yang dihadirkan ASUS. Melalui sistem proteksi ASUS ExpertGuardian yang bersertifikasi NIST Level-4, ASUS ExpertBook Ultra memberikan enkripsi data berlapis di level perangkat keras yang menjamin aset digital dan data sensitif perusahaan tidak mudah diretas.

“Secara fisik, laptop memang bisa dicuri. Tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang, meskipun SSD yang terpasang di dalamnya diambil dan dipasang ke laptop lain,” sebut Eric.

Artinya, jika investasi perusahaan Anda ditujukan untuk memiliki Laptop Bisnis Terbaik yang paling siap menyongsong masa depan, ASUS ExpertBook Ultra adalah pemenang mutlak.  Kombinasi superior antara layar Tandem OLED tercerah, keamanan kelas militer bersertifikasi tinggi, serta kekuatan pemrosesan AI 50 TOPS menjadikannya sebagai perangkat flagship sejati yang akan mengawal produktivitas dan kredibilitas para pemimpin industri serta profesional modern, khususnya di era agentic, on-device AI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *