
Balidalamberita.com, DENPASAR – Pada umumnya arsitektur tradisional atau bangunan yang ada seperti rumah adat Bali kerap dipenuhi pernak-pernik.
Bangunan tersebut memiliki fungsi sebagai hiasan, misalnya ukiran dengan warna-warna yang kontras dan alami.
Selain menjadi hiasan yang juga mengandung arti dan makna tertentu yang merupakan ungkapan terimakasih terhadap sang pencipta dan simbol-simbol ritual meliputi patung.
Bali mempunyai ciri khas arsitektur yang timbul dari suatu tradisi, kepercayaan dan kegiatan spiritual masyarakat itu sendiri yang diwujudkan pada beragam bentuk fisik bangunan di Bali.
Misalnya rumah, pura (tempat suci umat Hindu), Banjar (balai pertemuan) dan lain sebagainya.
Keunikan Rumah Adat yang Dibuat Kompleks
Keunikan yang ada dalam hunian ini yakni dibuat seperti kompleks. setiap bangunan memiliki fungsinya masing-masing dan tidak digabungkan pada satu atap.
Tata ruang tersebut menganut konsep kosmologis atau falsafah kepercayaan, yang mengelola hubungan antara individu bersama dengan Tuhan, serta manusia lainnya, dan juga dengan alam.
Aturan tata letak yang tersebut diatur pada kitab suci Weda dan dikenal dengan Asta Kosala Kosali.
Pada rumah adat Bali, ruangan dibuat terpisah sebagai berbagai Bale yang dikelilingi oleh halaman tengah yang luas. Anda dapat mencontek ide tersebut dalam kawasan yang santai pada hunian Anda.
Asta Kosala Kosali adalah sebuah cara penataan lahan sebagai tempat tinggal atau hunian dan bangunan suci.
Penataan dari bangunan yang ada berdasarkan anatomi tubuh manusia.
Pengukurannya pun lebih mengutamakan ukuran pada kondisi tubuh dari pemilik rumah.
Masyarakat tidak memakai ukuran meter namun warga memilih menggunakan ukuran seperti berikut:
- Musti
Ukuran atau dimensi pada tangan yang mencoba untuk mengepal dengan ibu jari dengan menghadap posisi atas.
- Hasta
Ukuran sejengkal pada jarak tangan manusia dewata yang berada dari pergelangan tengah tangan kemudian menuju ujung jari tengah yang terbuka.
- Depa
Ukuran yang digunakan diantara dua bentang tangan yang terlihat terlentang dari area kiri ke kanan.
Jadi nanti besaran rumahnya akan terlihat ideal dengan pemilik rumah. Sementara itu, Konsep tersebut juga menurut Kepercayaan warga bali yang Buana Agung (Makrokosmos) dan Buana Alit (Mikrokosmos).
Kosmologi Bali tersebut dapat digambarkan secara hirarki dan berurutan, misalnya:
- Bhur
Alam nista sebagai simbolis adanya hantu dan nafsu yang kerap menggoda manusia dalam perbuatan yang menyimpang berdasarkan dharma.
- Bwah
Alam manusia dan kehidupan keseharian yang kerap adanya godaan duniawi yang berkaitan erat dengan materialisme.
- Swah
Alam semesta yang menjadi tempat persemayaman para dewa.
Itulah keunikan dari rumah adat Bali yang dibuat kompleks.
Sumber artikel: disbud.bulelengkab.go.id
