Oktober 15, 2026
Ilustrasi beras merah Jatiluwih (Sumber foto: Pixabay/Jan Kosmowski edited by Adi Nata)

Balidalamberita.com, TABANAN – Beras merah Jatiluwih adalah salah satu produk pertanian unggulan yang berasal dari Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali.
Desa tersebut terkenal bukan hanya karena terdapat hamparan sawah terasering yang menakjubkan, namun desa cantik ini mempunyai kualitas beras merah yang enak.
Beras merah di sana tumbuh subur di persawahan yang masih asli dan selalu dibudidayakan warga sekitar memakai sistem irigasi tradisional Subak yang sudah diakui menjadi Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Proses Budidaya Unik

Keunikan beras merah Jatiluwih adalah dalam metode budidaya yang menampilkan sistem Subak.
Sistem pertanian di sana bukan hanya mempunyai fungsi dalam metode pengelolaan air yang efektif, namun juga merupakan perwujudan filosofi Tri Hita Karana.
Konsep Tri Hita Karana dimaksudkan dalam menekankan keharmonisan yang terjalin diantara manusia, lingkungan alam, dan sang pencipta.
Air yang mengalir melewati Subak berasal dari mata air pegunungan yang dikenal jernih, memastikan kesuburan tanah dan terbebas dari kontaminasi.
Petani lokal mencoba menerapkan metode pertanian organik dengan memanfaatkan pupuk alami misalnya pupuk kompos atau pupuk kandang, dan bahkan pestisida nabati dalam perlindungan terhadap tanaman dari hama.
Proses tersebut menghasilkan beras merah yang terbebas dari bahan kimia yang berbahaya dan pemakaian beras tersebut tentunya lebih aman untuk kesehatan masyarakat dan lebih ramah lingkungan.
Setelah panen, padi merah Jatiluwih akan mengalami suatu proses pengeringan alami yang diletakan di bawah sinar matahari.
Selanjutnya padi digiling dengan memakai alat tradisional dalam membuang kulit ari dan mempertahankan suatu lapisan dedak.
Metode tersebut mempertahankan adanya aroma, tekstur, dan rasa alami dari beras merah yang dihasilkan.
Beras merah Jatiluwih terkenal karena teksturnya yang kenyal dan rasa manis yang dihasilkan dari produksi di daerah tersebut.
Warna cokelat kemerahan yang berasal dari lapisan aleuron, yang kaya dengan kandungan antioksidan.
Beras tersebut terkenal dengan aroma segar karena berasal dari lingkungan yang masih murni dan merupakan tempat produksinya.
Tidak seperti halnya beras putih dengan melalui proses pemolesan, beras merah ini mempertahankan pada lapisan dedaknya sehingga menjaga nutrisi yang terkandung didalamnya.
Hal tersebut membuat beras merah Jatiluwih kaya dengan magnesium, serat, vitamin B kompleks, dan zat besi yang seluruhnya memiliki beragam manfaat pada sektor kesehatan di Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *