Oktober 15, 2026
Ilustrasi Soma Ribek yang dilaksanakan oleh umat Hindu Bali (Sumber foto: menyali-buleleng.desa.id)

Balidalamberita.com, DENPASAR – Salah satu hari suci bagi umat Hindu Bali dikenal dengan nama Soma Ribek.
Perayaan ini diadakan setiap 6 bulan sekali pada Senin atau Soma Pon Sinta dan sering disebut sebagai Senin penuh anugerah.
Pelaksanaan Soma Ribek kembali diselenggarakan pada Senin, 8 September 2025.
Soma Ribek diperingati selama dua hari usai pelaksanaan Hari Suci Saraswati atau satu hari setelah berlangsungnya Banyu Pinaruh.
Setelah ilmu pengetahuan turun ketika Saraswati, langkah berikutnya adalah selanjutnya dengan pembersihan diri ataupun dilakukan penyucian pikiran dengan melukat ketika Banyu Pinaruh. Setelah itu, datanglah Soma Ribek yang bermakna menjadi hari penuh karunia ataupun amertha.

Makna Soma Ribek

Soma Ribek memiliki makna menjadi Hari Pangan khas Hindu Bali. Pada hari tersebut, umat Hindu Bali tersadar mengenai betapa pentingnya pangan bagi kehidupan.
Soma Ribek sebagai momen dalam berterima kasih terhadap Sang Pencipta karena karunia pangan yang melimpah.
Secara bahasa, Soma Ribek memiliki makna menjadi Senin penuh anugerah atau dikenal dengan hari yang penuh karunia (amerta).
Pada hari tersebut, umat Hindu Bali akan memuja Sang Hyang Sri Amrta yang diketahui bersemayam di lumbung (lokasi untuk menyimpan padi).
Soma Ribek berhubung erat dengan Hari Suci Saraswati yang pelaksanaan selama dua hari sebelumnya. Jika Saraswati adalah hari turunnya ilmu pengetahuan, maka Soma Ribek sebagai momentum dalam mengingat jika ilmu pengetahuan seharusnya yang dipakai secara bijak dalam kemakmuran.
Pelaksanaan Soma Ribek pada setiap Soma Pon Sinta juga mempunyai makna tersendiri. Soma atau Senin berhubungan erat dengan Sang Hyang Wisnu yang merupakan perwujudan dari air (udaka) sebagai amerta pawitra.
Pon berhubungan erat dengan Sang Hyang Mahadewa pada perwujudannya yang merupakan apah (marutha) menjadi amerta kundalini.
Wuku Sinta berhubungan erat dengan Sang Hyang Yama yang merupakan perwujudan sebagai api (agni) kemudian menjadi amerta kundalini. Ketiga amerta ini diperlukan oleh kehidupan seluruh makhluk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *