Balidalamberita.com, DENPASAR—Anggota Komisi VI DPR RI dapil Bali I Gusti Alit Kesuma Kelakan meminta Pertamina Patra Niaga Bali berkoordinasi aktif dengan pemerintah kabupaten kota guna mencegah kelangkaan elpiji 3 kg.
Dia menyarankan Pertamina dan pemerintah kabupaten kota membuat grup whatsapp, supaya lebih cepat berkoordinasi. Dengan begitu jika terjadi kelangkaan elpiji 3 kg, Pertamina bisa cepat turun ke lapangan mengatasi permasalahan.
Usulan ini disampaikan karena masalah kelangkaaan elpiji 3 kg kembali terjadi di Bali, khususnya kota Denpasar. Meskipun akhirnya Pertamina turun tangan meggelontorkan elpiji 3 kg melalui operasi pasar.
“Mudah mudahan dengan metode dan terobosan yang baru ini ke depannya tidak sampai terjadi kelangkaan LPG 3kg di wilayah bali khususnya dan di seluruh wilayah Indonesia pada umumnya,” ujarnya usai rapat koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Alit Kelakang menyadari bahwa elpiji 3 kg diperuntukkan bagi warga miskin, petani, nelayan, dan UMKM Mikro. Bukan diperuntukkan bagi kalangan menengah atas. Karena itu sangat penting adanya koordinasi antara BUMN energi ini dengan pemerintah daerah.
Tujuannya supaya persoalan seperti kuota tidak tercapai, NIK yang digunakan membeli beberap tabung hingga penyalahgunaan untuk hotel, café, dan restoran bisa terselesaikan. Dia juga mendesak agar pengawasan tidak hanya dilakukan Cuma 2 kali sebulan karena bisa melonggarkan pengoplos nakal.
