BaliDalamBerita.com – Terobosan Gubernur Bali, Wayan Koster untuk menggerakkan sektor riil di Desa Adat melalui Baga Utsaha Pedruwen Desa Adat (BUPDA), terus menunjukkan hasil positif.
Bagian dari konsep pembangunan ekonomi desa adat yang lahir melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat dan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2022 Tentang BUPMA tersebut, menjadi sebuah entitas baru dalam memastikan desa adat menuju kasukretan sakala niskala.
Sebelumnya, LPD telah lebih dahulu menjadi penggerak ekonomi desa adat di sektor keuangan, hingga mencapai nilai aset lebih dari Rp 23 Triliun.
Hal ini disampaikan oleh IGN Kesuma Kelakan,ST.,M.Si., Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, ketika berkunjung dan meninjau BUPDA Sumbersari Desa Adat Sumbersari, Melaya, Jembrana pada Selasa (13/6).
Anggota DPR RI yang akrab disapa Alit Kelakan tersebut menyatakan, BUPDA Sumbersari dengan 2 unit usaha yakni produksi Pakan Ternak Babi dan Air Minum Kemasan Galon, layak menjadi BUPDA permodelan di Kabupaten Jembrana karena memilih usaha di sektor riil yang sangat prospektif.
“Produksi Pakan Ternak Babi, memiliki prospek sangat bagus mengingat populasi Babi di Bali secara umum sangat besar dan terus meningkat pesat, seiring banyaknya peminat Babi dari Bali di luar daerah seperti Jakarta dan Surabaya”jelasnya.
Anggota DPR RI yang turut serta ditugaskan mengawal Undang Undang Provinsi Bali secara khusus ini mendorong adanya kerjasama antar BUPDA di seluruh Desa Adat untuk bisa membangun ekosistem usaha yang saling mendukung satu sama lain. “Ini tentu saja menjadi sebuah ekosistem besar dan menarik, melalui kerjasama antar BUPDA di 1.493 Desa Adat, perputaran uang akan terjadi antar desa adat, ini bagus untuk mengurangi outflow terutama di sektor FMCG”ungkapnya.
I Ketut Subanda Birangga, Bandesa Adat Sumbersari menyatakan kebanggaannya atas kunjungan Anggota Komisi VIII DPR RI, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan,ST.M.Si, tersebut.
Selain Bandesa Adat, hadir menerima kunjungan adalah Prajuru, Sabha Desa, dan Krama Desa Adat Sumbersari.
“Diawal, kami berupaya membangun 2 unit usaha ini dengan gotong royong dan dukungan penuh Krama Desa Adat. Astungkara, kami bisa dipilih menjadi permodelan BUPDA di Kabupaten Jembrana”jelasnya.
Subanda juga menjelaskan, saat ini distribusi Air Minum Dalam Kemasan Galon sudah didistribusikan ke seluruh Krama Desa Adat, bahkan hingga Desa Adat tetangga. “Kami optimistis dengan dukungan Bapak Alit Kelakan, kami bisa terus tumbuh dan berkembang”tegasnya.
Selain Alit Kelakan, juga hadir Bandesa Desa Adat Kesiman, I Ketut Wisna ST, MM., dan tokoh masyarakat Ni Putu Madiani.
