
Balidalamberita.com, BULELENG – Desa Sidetapa merupakan salah satu Desa Bali Aga dengan tradisi adat, kebudayaan yang kental, dan warisan yang dilestarikan secara turun temurun.
Desa ini dikenal karena mempunyai keindahan alam yang menakjubkan, selain itu jika ingin pergi berkunjung ke bangunan suci yang ada di tempat tersebut perlu meminta izin terlebih dahulu.
Desa tua yang berlokasi di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali tersebut diketahui tidak menerapkan konsep Tri Kahyangan.
Sejarah Desa Sidetapa
Desa Sidetapa berasal dari kata “side” dan “tapa” artinya bertapa atau bersemedi. Desa tersebut sudah berdiri sejak 785 Masehi atau masa pemerintahan Raja Maya Danawa pada saat zaman Kerajaan Bedahulu yang dipuja oleh masyarakatnya karena sifat tirani yang dipunya.
Di tempat ini terdapat area khusus untuk pemujaan dewa-dewa dan dibangun di tempat tinggalnya masing-masing.
Dewa dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa merupakan Ida Panembahan yang ada di Desa Sidetapa serta dikenal mempunyai kekuatan 8 taksu dan penghormatan ketika upacara Hari Raya Galungan atau Kuningan.
Pura Parahyangan Taman Kayuan Mas di Tukad Tibu Sagi atau Mampeh merupakan tempat suci dalam pembersihan atau melasti untuk menyucikan acara melalui upacara pakiisan kauh yang diadakan selama 3 tahun sekali.
Tempat suci Kahyangan Batu Kerotok ada di desa Sidetapa terdiri dari kumpulan batu di tepi tebing berukuran kecil serta tidak mempunyai pelinggih atau kekuatan suci.
