
Balidalamberita.com, KLUNGKUNG – Desa Adat Kutapang, Nusa Penida, melestarikan sebuah tradisi adiluhung yang dikenal dengan nama Tradisi Ngarak Bade menuju ke tengah laut.
Tradisi tersebut merupakan momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat setempat, setiap kali upacara ngaben masal dilaksanakan.
Tradisi ngarak bade tersebut bukan hanya sebagai momen untuk warga Kutapang, tetapi juga menarik perhatian masyarakat lainnya yang ikut serta dalam menyaksikannya.
Melalui kebersamaan pada saat upacara ngaben, terjalinlah suatu kedekatan emosional yang erat antara masyarakat desa yang berada di perantauan Denpasar dan di luar Bali dengan masyarakat Kutapang.
Tempat Pelaksanaan Tradisi Ngarak Bade
Ngarak bade, yang berlangsung di tepian pantai sepanjang garis pantai, kadang-kadang diseret ke tengah laut di utara Nusa Penida, terkhususnya di Desa Batununggul, misalnya di tepi pantai Batumulapan hingga Kutapang.
Tradisi ini juga kerap diselenggarakan di Desa Suana, baik di Karangsari dan di Semaya. Ribuan warga memadati tepi pantai agar bisa melihat atraksi pagelaran budaya tersenyum yang diselenggarakan secara periodik setiap 5 tahun sekali.
Tradisi ngarak bade menjadi bagian dari atraksi budaya yang dilestarikan secara turun-temurun, meringankan beban warga baik secara material dan tenaga.
