
Balidalamberita.com, DENPASAR – Kondisi terlahir Melik menurut terminologi Hindu mengacu kepada tanda kelahiran dari seseorang yang dapat diinterpretasikan baik secara positif dan negatif.
Walaupun beberapa masyarakat mungkin merasakan cemas, hal tersebut sebenarnya bukan hanya ditakuti karena keadaan Melik maka perlu diruwat atau dipebayuh dengan upacara khusus.
Menurut agama Hindu, Manusa Yadnya dipercaya merupakan cara dalam mengatasi kelahiran yang kurang baik supaya tidak terjadi hal-hal buruk dalam diri sendiri, keluarga, atau bahkan lingkungan tempat tinggal.
Jenis-jenis Melik
Melik sendiri sulit dikenali secara kasat mata, dan ada berbagai jenis Melik, misalnya: Melik Abimata, Melik Adnyana, Melik Ceciren, Melik Apit Pancoran, Melik Apit Telaga, dan Melik Apit Wangke.
Setiap jenis Melik mempu ciri-cirinya masing-masing, seperti: Melik Apit Wangke memiliki tanda lahir di sekitar area kemaluan dipercaya bisa mengakibatkan kesulitan mempunyai keturunan dan masalah pada rumah tangganya dikemudian hari.
Melik tidak dimiliki oleh setiap orang, tetapi beberapa individu mungkin terlahir bahkan memiliki lebih dari satu jenis Melik.
Dalam ruwatan atau pebayuhan, ada dua jenis yaitu ruwatan alit yang ditunjukan untuk manusia, sedangkan ruwatan agung bagi alam, Misalnya upacara Bhumi Sudha yang berlangsung saat ada sesuatu yang kurang baik pada alam sekitar.
Prosesi Ruwatan Melik
Prosesi penebusan atau yang disebut dengan ruwatan Melik diselenggarakan secara berbeda berdasarkan jenis Melik tersebut.
Misalnya, bagi Melik Adnyana yang memiliki fokus terhadap pikiran, dilaksanakan upacara supaya pikiran bisa diasah dan ditingkatkan dengan pawintenan Saraswati atau bahkan ritual lainnya.
Banyak umat Hindu yang sudah melangsungkan prosesi pebayuhan ataupun ruwatan bagi Melik.
Tetapi, dalam penyelenggaraan upacara tersebut kembali pada keyakinan masing-masing seseorang.
Pada pelaksanaan upacara pemelikan atau manusa yadnya lainnya, harmoni antara sang pemuput serta bagi yang dipuput sangatlah penting supaya hasilnya rahayu.
Melik tidak harus ditakuti dan dibesar-besarkan, karena yang terpenting yaitu kesadaran diri dan keyakinan untuk melaksanakan upacara dalam meningkatkan kehidupan yang lebih harmonis dan mencapai kesejahteraan.
Secara menyeluruh, kondisi Melik dan upacara ruwatan adalah bagian penting dalam tradisi Hindu dengan tujuan membawa kebaikan untuk individu dan lingkungan alam sekitar.
