Oktober 15, 2026
Desa Penglipuran yang menjadi Desa Adat Bali (Foto: Tripadvisor/edited by Adi Nata)

Balidalamberita.com, BANGLI – Desa Penglipuran merupakan salah satu Desa Adat Bali yang sangat terkenal bahkan daerah lainnya.

Selain sebagai desa adat, tempat ini juga kerap disebut Desa Wisata tau Desa Budaya.

Desa adat Penglipuran dikenal sangat kental dengan keanekaragaman adat istiadat, budaya Bali dan kesenian.

Lantas apa saja keunikan yang dimiliki oleh desa adat Bali tersebut? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Filosofi Tri Hita Karana

Melansir dari penelitian Made Agus beserta rekan-rekannya yang diterbitkan oleh Indonesian Values and Character Education Journal (IVCEJ), Desa ini memiliki konsep atau filosofi Tri Hita Karana.

Tri Hita Karana adalah tiga penyebab terciptanya kebahagiaan, diantaranya adalah Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan.

  1. Parahyangan

Parahyangan merupakan hubungan yang harmonis antara sesama manusia kepada Tuhan yang Maha Esa.

  1. Pawongan

Pawongan merupakan suatu hubungan harmonis yang terjalin antara sesama umat manusia.

  1. Palemahan

Palemahan merupakan hubungan harmonis diantara umat manusia dengan lingkungan sekitar.

Tarian Adat

Pertunjukan seni atau tarian adat di desa ini begitu beragam, seperti: Drama Gong, Joged Bumbung, Tari Baris Bedil, Tari Baris Jojor, Tari Baris Presi, dan Tari Seni Arja.

Sementara Tari sekaa janger penglipuran merupakan tarian pergaulan bagi muda-mudi lincah dan sudah ada pada 1969 ini.

Nama ‘sekaa’ adalah nama tokoh pahlawan yang dimakamkan di Desa Penglipuran, Anak Agung Anom Mudita.

Tarian tersebut mempunyai fungsi sebagai sarana hiburan atau telah diterapkan bagi sejumlah desa di Bali.

Sementara itu, ada karya topeng dengan beragam bentuk Topeng Barong misalnya: Barong Ket, Topeng Serengeti, Barong Macan, dan Topeng Sidakarya.

Kondisi Geografis

Secara geografis, lokasinya berada di kawasan pegunungan atau dataran tinggi yang memiliki ketinggian 600 meter di atas permukaan laut.

Desa tersebut mempunyai jalanan menurun yang memiliki lebar 4 meter dan membentang kurang lebih sekitar 1 km.

Desa ini memiliki batas utara, yaitu: Desa Adat Kayang yang berada di batas timur ada Desa Adat Kubu, selatan Desa Adat Cempaga, dan barat Desa Adat Cekeng.

Menurut letak astronomis, Desa Penglipuran ini ada pada 8,46 derajat Lintang Selatan atau 115,35 derajat Bujur Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *