Oktober 15, 2026
Desa Wisata Bali di Hainan

Ilustrasi Desa Wisata Bali di Hainan, China (Instagram @dessy_lim96)

Balidalamberita.com, CHINA – Jika kamu pergi ke Wanning, Provinsi Hainan, China selatan, tidak heran jika nantinya kamu bisa menemukan Desa Wisata Bali yang berdiri di sana.

Sebuah desa wisata bertemakan Bali yang lengkap dengan adanya Candi Bentar, patung Boma, dan ukiran Dewi Shinta-Hanoman sudah menjadi destinasi wisata terfavorit bagi wisatawan lokal, terutama ketika musim liburan datang.

Desa wisata yang memiliki sebutan “Desa Bali” ini menawarkan atmosfer khas Bali dan sangat autentik, bukan hanya dari segi tempatnya saja yang menarik, namun juga nuansa budaya yang ada di tempat ini.

  • Pembangunan dan Desain Bekerjasama dengan Undiksha

Pembangunan dan desain dari desa ini ada ka hasil kerjasama diantara Indonesia dan China. Pada 2017, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), I Wayan Lasmawan, menjadi pimpinan delegasi kampus yang berlangsung di Wanning dalam memberikan dukungan pada pembangunan proyek “Desa Bali” yang sudah disepakati oleh kedua negara.

“Segera setelah desain ditetapkan, para mahasiswa dari Indonesia langsung ikut membangun. Mereka menciptakan patung dan ukiran yang memiliki nuansa khas Bali dari tangan mereka sendiri,” kata Lu Shaosheng, Direktur Objek Wisata Desa Bali.

Bukan hanya membangun, mahasiswa Undiksha juga kerap mengunjungi ke Wanning dalam melakukan pengecatan ulang pada patung dan bangunan.

Selain itu, membawa alat musik tradisional, busana tari, dan karya seni khas Bali lainnya.

  • Tari Bali dan Bahasa Indonesia di Hainan

Kehadiran dari mahasiswa dan seniman yang berasal dari Indonesia memberikan napas budaya yang kuat ada di desa tersebut.

Mereka bukan hanya mementaskan tari-tarian khas yang berasal dari Bali saja namun juga mengajarkan bahasa Indonesia serta bahasa Bali bagi masyarakat lokal.

Pihak pengelola telah merekrut koki Indonesia dalam memperkenalkan makanan Nusantara kepada wisatawan di sana.

Gede Loi Sanda, masih menyimpan momen manis ketika tinggal di sana sejak tahun 2019 sebagai mahasiswa kala itu.

“Di Hainan, saya merasakan seperti di rumah. Kami disambut dengan tulus, dan saya sangat merindukan mereka,” ucap Gede.

Sekarang ini, Desa Bali di Hainan mengalami perkembangan yang signifikan sebagai destinasi yang menggabungkan pesona budaya Indonesia dengan keramahan masyarakat lokal di sana yang menyatukan dua negara yang berbeda melalui kesenian dan budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *