Oktober 15, 2026
kegiatan di Desa Sibetan

potret masyarakat Desa Sibetan (sumber foto: tripadvisor.co.id)

Balidalamberita.com, KARANGASEM – Jika Anda ingin menjelajahi sisi lain Pulau Dewata yang penuh ketenangan dan budaya, Desa Sibetan di Karangasem, Bali Timur, bisa menjadi tujuan yang sempurna. Desa adat ini tidak hanya dikenal sebagai penghasil salak terbesar di Bali, tetapi juga menyimpan sejarah panjang dan keunikan budaya yang masih lestari.

Warisan Kerajaan dan Keindahan Alam

Desa Sibetan berlokasi di Kecamatan Bebandem, sekitar dua jam perjalanan dari Denpasar. Keindahan sawah terasering dan lembah hijau di antara perbukitan menjadikan desa ini begitu menawan. Di masa lalu, desa ini merupakan bagian dari Kerajaan Sibetan yang dipimpin oleh Raja I Gusti Ngurah Mantu. Pada abad ke-11 Masehi, kerajaan ini pernah berjaya setelah mengalahkan Kerajaan Karangasem. Hingga kini, warisan pemerintahan otonomi desa adat masih hidup dan menjadi identitas masyarakat setempat.

Sentra Salak Terbesar di Bali

Sibetan menjadi terkenal karena salaknya yang manis dan segar, bahkan disebut sebagai salak terbaik se-Indonesia. Hampir seluruh warga di desa ini menggantungkan hidup dari pertanian salak. Menariknya, saat panen melimpah, mereka mengolah buah salak menjadi berbagai produk kreatif seperti asinan salak, sirup salak, kopi salak, hingga permen rasa salak.

7 Kegiatan Seru di Desa Sibetan

Tak hanya menawarkan panorama dan hasil bumi, Desa Sibetan juga menyajikan berbagai aktivitas menarik yang bisa dinikmati wisatawan. Berikut tujuh kegiatan yang bisa Anda coba:

  1. Belajar membuat canang sari – pelajari langsung pembuatan sarana upacara adat Bali.
  2. Membatik – coba teknik membatik tradisional khas warga lokal.
  3. Menanam pohon salak – ikut serta dalam proses penanaman salak langsung di kebun.
  4. Menanam padi – rasakan pengalaman menjadi petani Bali yang sesungguhnya.
  5. Membuat minuman khas Bali – pelajari cara membuat tuak atau arak secara tradisional.
  6. Camping dan outbound – nikmati alam dengan kegiatan luar ruang yang menyenangkan.
  7. Tinggal di rumah penduduk – rasakan kehangatan masyarakat lokal melalui homestay.

Desa Sibetan benar-benar cocok sebagai destinasi wisata edukasi, budaya, dan alam dalam satu paket lengkap. Wisatawan tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi juga bisa berpartisipasi dan menyatu dengan kehidupan warga lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *