Balidalamberita.com, BANGLI – Ratusan warga Kayuselem Gwasong, Songan, Kintamani, Bangli terlihat khusyuk menyimak pesan Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri acara Padudusan Agung di Pura Kawitan Warga Kayuselem Gwasong, Jumat (18/4/2025). Tak satu pun warga beranjak dari tempatnya ketika Gubernur Koster menyampaikan sambutan penuh semangat.
Gubernur Koster kembali mengingatkan pentingnya menjaga warisan leluhur, menguatkan seni budaya, serta mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal. Ia menegaskan bahwa semangat inilah yang menjadi landasan utama dari visinya: “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” sebagai fondasi dalam membangun peradaban Bali masa kini dan masa depan.
“Peradaban Bali tumbuh sejak zaman Bali Mula dan berkembang hingga saat ini. Semua adat, tradisi, dan seni yang kita jalankan sekarang adalah rangkaian sejarah yang membentuk jati diri masyarakat Bali,” ujarnya.
Gubernur Koster menekankan bahwa masyarakat Bali memiliki kewajiban untuk menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai tersebut kepada generasi penerus.
“Kalau kita melupakan sejarah dan ajaran leluhur, bisa-bisa kita kena kutuk. Kita wajib jaga pura, tradisi, dan warisan yang sudah diberikan para leluhur,” tegasnya.
UU Provinsi Bali: Wujud Kekhususan Bali
Gubernur Koster juga memaparkan kebijakan fundamental yang menjadi dasar pembangunan Bali saat ini dan ke depan, salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali. Ia menyebut UU ini mengakomodasi kekhususan Bali, meskipun tidak menggunakan istilah “otonomi khusus”.
“UU 15/2023 itu sudah seperti otonomi khusus. UU ini mengakui desa adat, subak, seni, budaya, dan memberikan kewenangan pungutan wisatawan asing. Hanya Bali yang punya kewenangan seperti ini karena sudah diatur dalam UU,” ungkapnya.
Selain itu, Koster juga menegaskan pentingnya Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru sebagai arah pembangunan jangka panjang yang wajib dijalankan siapa pun pemimpin Bali di masa depan.
“Saya minta para bupati baca dan pahami Perda ini. Saya ingin Bali ke depan bisa bersaing bukan hanya dengan daerah lain di Indonesia, tapi juga dengan Thailand dan Vietnam,” tambahnya.
Gubernur Koster menutup sambutan dengan ajakan penuh semangat kepada seluruh warga untuk bergandengan tangan membangun kekuatan dan kebersamaan demi masa depan Bali yang berlandaskan warisan budaya dan nilai luhur para leluhur.
