Pura Agung Gunung Raung di Desa Taro (Sumber foto: bkppkutim.com)
Balidalamberita.com, GIANYAR – Terletak di Desa Taro, Kabupaten Gianyar, Pura Agung Gunung Raung bukan hanya menjadi tempat suci umat Hindu, tetapi juga menyimpan nilai spiritual mendalam terkait perjalanan suci Maha Rsi Markandeya di Pulau Bali. Tokoh ini dikenal sebagai pelopor penyebaran ajaran Hindu di Bali sekaligus pendiri Desa Taro, yang diyakini sebagai desa tertua di Pulau Dewata.
Selain menjadi tempat persembahyangan, pura ini kerap dikunjungi oleh mereka yang tengah mengalami kebimbangan dan mencari ketenangan dalam mengambil keputusan. Pura Agung Gunung Raung menyuguhkan pengalaman spiritual yang unik dan penuh makna, baik bagi umat maupun wisatawan spiritual.
Berikut empat keunikan yang membuat Pura Agung Gunung Raung berbeda dari pura lainnya di Bali:
1. Sembahyang Menghadap ke Barat
Berbeda dari kebanyakan pura di Bali yang menghadap ke timur, di Pura Gunung Raung, umat Hindu justru melakukan persembahyangan dengan menghadap ke arah barat. Hal ini karena letak Padmasana paling suci di dalam pura berada tepat di tengah, dikelilingi empat pintu masuk dari arah utara, timur, selatan, dan barat.
2. Tempat Penetralisir Keinginan dan Sifat Buruk
Sebelum memasuki area utama pura, pengunjung akan melewati titi gonggang, semacam jembatan atau lintasan sakral. Elemen ini berfungsi sebagai media penetralisir sifat buruk dan keinginan duniawi, sehingga umat yang hendak bersembahyang masuk ke area suci dalam keadaan lebih bersih secara lahir dan batin.
3. Menyimpan Peninggalan Sejarah Suci
Pura Agung Gunung Raung juga menyimpan sejumlah peninggalan yang diyakini memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi, seperti:
- Patung Ida Rsi Markandeya, yang menjadi simbol penghormatan terhadap beliau.
- Kulkul raksasa, terbuat dari tangkai bunga selegui yang jatuh di sekitar pura. Konon, tangkai tersebut berasal dari pohon besar yang ditebang di Pulau Jawa, dan jatuh secara mistis di Pura Gunung Raung.
4. Arsitektur Tanpa Pewarna atau Cat
Keaslian desain pura menjadi keunikan tersendiri. Seluruh bangunan di pura ini tidak menggunakan cat atau pewarna buatan. Elemen arsitektur didominasi oleh material alami seperti batu dan kayu, menjadikannya tampak sederhana namun sangat sakral dan alami.
Pura Agung Gunung Raung menjadi bukti nyata warisan spiritual dan budaya luhur Bali yang masih dilestarikan hingga kini. Keunikan-keunikan tersebut menjadikan pura ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata spiritual yang menyentuh hati.
