Oktober 15, 2026
Kinerja IJK Bali Nusa Tenggara

Ilustrasi proses transaksi tunai (pixabay.com).

Balidalamberita.com, DENPASAR – Pada hari Sabtu, 11 April 2024, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menegaskan bahwa kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Bali dan Nusa Tenggara pada Februari 2025 tetap stabil dan resilien. Kestabilan ini ditopang oleh permodalan kuat, likuiditas memadai, dan profil risiko yang terjaga.

Penyaluran kredit perbankan di wilayah tersebut mencapai Rp231,1 triliun atau tumbuh 5,81 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini sedikit melandai dibanding Januari 2025 yang mencapai 6,77 persen yoy. Sebanyak 57,64 persen kredit disalurkan dalam bentuk kredit produktif, terdiri dari 33,82 persen untuk Modal Kerja dan 23,82 persen untuk Investasi.

Pertumbuhan kredit terutama didorong oleh peningkatan kredit investasi yang naik Rp12,1 triliun atau tumbuh 28,16 persen yoy. Sektor konsumtif mendominasi dengan porsi 42,36 persen, diikuti sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 24,49 persen.

Peningkatan kredit juga terlihat di sektor non-usaha (Rp7,3 triliun), akomodasi dan makan minum (Rp1,6 triliun), serta pertanian (Rp931 miliar). Sementara itu, kredit kepada UMKM menyumbang 43,21 persen dari total kredit, dengan pertumbuhan 3,32 persen yoy, mencerminkan dukungan kuat terhadap ekonomi lokal.

Seiring pertumbuhan kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat sebesar 8,26 persen yoy menjadi Rp275,7 triliun. Kenaikan ini terutama berasal dari Tabungan (Rp14,9 triliun) dan Deposito (Rp5,3 triliun).

Loan to Deposit Ratio (LDR) meningkat ke level 83,82 persen, menunjukkan fungsi intermediasi berjalan baik. Rasio permodalan perbankan tetap kuat, tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) BPR di Bali sebesar 36,03 persen, dan likuiditas (Cash Ratio) di atas ambang aman.

Meski demikian, Non-Performing Loan (NPL) gross meningkat menjadi 3,09 persen, namun masih di bawah threshold 5 persen. OJK mengingatkan potensi risiko pasar akibat suku bunga global dan berakhirnya masa relaksasi kredit Covid-19.

Pertumbuhan Positif Pasar Modal dan Fintech

Jumlah investor pasar modal di Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 25,90 persen yoy menjadi 247.430 SID. Nilai transaksi saham mencapai Rp3,5 triliun, meningkat 46,25 persen yoy. Sektor fintech peer-to-peer lending dan modal ventura juga mencatat pertumbuhan piutang pembiayaan yang positif meskipun lebih melandai dibanding tahun lalu.

Edukasi dan Perlindungan Konsumen Diperkuat

OJK terus mendorong literasi dan inklusi keuangan melalui 67 kegiatan edukasi sepanjang 2025 hingga Maret, menjangkau lebih dari 5.500 orang. OJK juga aktif menangani pengaduan masyarakat melalui aplikasi APPK, dengan 351 pengaduan diterima, dan 245 kasus telah diselesaikan.

Sebanyak 7.086 masyarakat memanfaatkan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk penarikan data iDeb. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku industri, dan TPAKD, OJK optimis dapat menjaga stabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan sektor jasa keuangan di Bali dan Nusa Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *