Foto: potret masyarakat Desa Sidetapa Sumber foto: sidetapa-buleleng.desa.id
Balidalamberita.com – Bali adalah salah satu destinasi wisata yang terkenal di Indonesia, Selain menawarkan keindahan alamnya yang memukau, Bali juga dikenal memiliki sejumlah desa adat.
Salah satu desa adat yang akan dibahas kali ini adalah Desa Sidetapa, berikut penjelasannya.
Desa Sidetapa termasuk ke dalam golongan Desa Bali Aga, yaitu desa tradisional tertua yang berada di daerah pegunungan di Bali.
Nenek moyang dari masyarakat di desa ini adalah orang-orang keturunan Bali dari keluarga besar Austronesia.
Selain Sidetapa, desa lainnya yang termasuk ke dalam kategori Bali Aga, yaitu Desa Tenganan yang berada di Kabupaten Karangasem serta Desa Trunyan dan Desa Bayug Gede yang berlokasi di Kabupaten Bangli.
Paling banyak terdapat di Kabupaten Buleleng, meliputi:
- Desa Cempaga
- Desa Julah
- Desa Pedawa
- Desa Sembiran
- Desa Tigawasa
Desa Sidetapa tidak ditemukan prasasti ataupun catatan yang menyebutkan asal-usul dari desa ini.
Namun berdasarkan penuturan yang berasal dari tetua, Desa Sidetapa dikabarkan telah lama berdiri sejak 785 M silam.
Dahulu, Desa Sidetapa dikenal sebagai Gunung Sari Munggah Tapa.
Suatu hari, desa tersebut terkena wabah penyakit.
Kemudian seorang pendeta Budha akhirnya melakukan suatu semedi yang bertujuan untuk menghilangkan wabah.
Melalui pendeta tersebut, wabah penyakit tersebut akhirnya berhasil dihilangkan dan saat itu pendeta tersebut dihormati oleh masyarakat Gunung Sari Munggah Tapa.
Sang pendeta pun melakukan bhisama (ikhtisar) memakai tirta (air suci) yang terdapat di Kayon Teben.
Air suci ini dijadikan tirta pengentas, tirta pembersih, dan tirta pengelukatan bagi orang yang sudah meninggal dunia.
Selain itu, air suci tersebut tidak boleh dipakai dalam kepentingan lainnya.
Atas dasar itulah, Nama desa selanjutnya diubah namanya menjadi Sidetapa dan seluruh urusan kemudian diserahkan kepada Dewa Gede Penyarikan.(*)
