Anggota Komisi VI DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan saat menyampaikan materi Sosialisasi Literasi Digital kepada pemuda dan tokoh masyarakat di Desa Bebalang, Kabupaten Bangli, Minggu (14/12/2025).
Balidalamberita.com, BANGLI – Anggota Komisi VI DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, ST., M.Si, menegaskan bahwa literasi digital menjadi kunci utama dalam membentengi generasi muda dari paparan hoaks dan disinformasi yang marak beredar di media sosial, Minggu (14/12/2025).
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan Sosialisasi Literasi Digital yang berlangsung di Desa Bebalang, Kabupaten Bangli. Kegiatan ini dihadiri ratusan pemuda, tokoh masyarakat, serta perangkat desa setempat.
Menurut I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, ST., M.Si, ruang digital saat ini telah berkembang menjadi ruang publik yang sangat terbuka. Tanpa kemampuan memfilter informasi secara kritis, masyarakat khususnya generasi muda rentan terjebak konten provokatif yang dapat merusak persatuan.
“Media sosial adalah ruang publik yang sangat dinamis. Jika generasi muda tidak dibekali literasi digital yang baik, mereka akan mudah terpengaruh hoaks yang sengaja dibuat untuk memecah belah. Karena itu, kita harus menjadi pengguna yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Kesuma Kelakan.
Ia menekankan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup etika bermedia sosial, kemampuan verifikasi informasi, serta pemahaman dampak hukum dari setiap konten yang dibagikan.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bangli, I Gusti Nyoman Bagus Triyana Putra, S.IP, yang turut hadir sebagai narasumber, menegaskan peran strategis pemuda desa sebagai ujung tombak penangkal disinformasi di tingkat lokal.
“Pemuda di Desa Bebalang harus menjadi contoh dalam bermedia sosial. Pastikan setiap informasi yang dibagikan bersumber jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai media sosial justru merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” kata politisi yang akrab disapa Gusti Triyana.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai cara mengenali hoaks, etika berkomunikasi di ruang digital, serta konsekuensi hukum atas penyalahgunaan media sosial. Diskusi berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari peserta.
Melalui sosialisasi ini, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, ST., M.Si, berharap terbangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan produktif di Kabupaten Bangli, serta mendorong terwujudnya generasi muda yang cakap digital dan berkarakter.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan komitmen bersama untuk mendukung gerakan “Bangli Cakap Digital” demi masa depan masyarakat yang lebih adaptif di era transformasi digital.
