
Balidalamberita.com, BADUNG – Salah satu tempat penting yang kerap dikunjungi dalam menjalani ritual melukat, yaitu: DTW Tirta Taman Mumbul Pengelukatan Pancoran Solas yang berlokasi di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali.
Prosesi melukat diyakini menjadi cara dalam penyucian diri, pembersihan pikiran, jiwa, dan fisik secara kasat mata.
“45 persen dari perkiraan total turis ke Bali ketika senang melakukan perjalanan wisata spiritual di tempat-tempat suci. Salah satunya dengan melukat, selain yoga dan sejenisnya,” ungkap Ketua Pengelola DTW Pancoran Solas, Sangeh, I Gusti Ngurah Putu Buda.
Ngurah Buda mengatakan wisatawan mancanegara yang datang ke Bali, meliputi: dari benua Asia ada China, India, dan Jepang, sementara itu ada juga dari benua Eropa bagian Timur dan dari Australia.
“Sedangkan yang baru pertama kali akan dijelaskan jika melukat, yaitu: prosesi penyucian diri sembari membasuh diri pada sumber-sumber mata air yang dianggap bersih dan disucikan. Ini bukan sekadar mandi biasa,” ungkapnya.
Tahapan Melukat yang Berlangsung di Pancoran Solas
Awal mula prosesi melukat di Tirta Taman Mumbul Pengelukatan Pancoran Solas adalah memohon kepada sang pencipta dengan sarana upacara (banten), yang dipandu bersama dengan pemangku agama.
Setiap wisatawan diwajibkan untuk mengenakan kamben ataupun penutup badan dan dapat menggunakan pakaian adat Bali madya atau sederhana.
“Mereka diwajibkan menggunakan kamben atau penutup badan, dan bisa memakai pakaian adat Bali madya atau sederhana,” ungkap Ngurah Buda.
Usai persiapan diselesaikan, prosesi dilanjutkan melalui tahapan mandi suci yang berlangsung di 11 pancoran mata air.
Masing-masing pancoran tersebut mempunyai makna mendalam karena mewakili manifestasi dari para dewa suci yang ada dari seluruh arah mata angin.
Turis mengadakan prosesi dari selatan ke arah utara, mengadopsi filosofi Sungai Gangga sampai Dewa Siwa.
Tahapan melukat, diantaranya berdoa, berkumur menggunakan air pancoran sebanyak 3 kali, meminum air sekitar 3 kali, mencuci muka sebanyak 3 kali, dan terakhir dengan membasuh tubuh di setiap pancoran.
Setelah dijalankan, prosesi ini ditutup dengan memohon tirta suci (percikan air suci) serta menerima gelang tridatu yang merupakan tanda sudah melakukan ritual tersebut.
