
Balidalamberita.com, BANGLI – Desa wisata merupakan suatu wilayah sebagai tujuan destinasi wisata yang menyuguhkan daya tarik wisata, fasilitas penunjang, serta akses yang mudah.
Desa wisata adalah bentuk pengembangan dari pariwisata yang memfokuskan diri terhadap kontribusi warga dan lingkungan alam yang dilestarikan.
Pengelolaan desa wisata yang baik bisa menggerakkan perekonomian lokal dan memperoleh apresiasi dari masyarakat global atau dunia internasional.
Sejak tahun 2020, terdapat 2 desa wisata di Bali yang memperoleh penghargaan Best Tourism Village oleh United Nation Tourism.
Keempat desa wisata berkelas internasional di Bali tersebut, yaitu:
- Desa Wisata Penglipuran
Desa Penglipuran merupakan salah satu desa adat yang berasal dari Kabupaten Bangli, Bali.
Desa Penglipuran dikenal sebagai salah satu tempat wisata di Bali karena warganya yang masih melakukan dan melestarikan budaya tradisional Bali pada kehidupan kesehariannya.
Seperti halnya desa adat lainnya yang berada di Bali, desa Penglipuran mempunyai ritual keagamaan yang kerap dilakukan.
Setiap 15 hari sekali, warga desa akan datang di Pura Penataran dalam melakukan persembahyangan karena menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dari nenek moyangnya.
Desa Penglipuran terpilih menjadi salah satu dari Best Tourism Villages 2023.
- Desa Wisata Jatiluwih
Desa Jatiluwih adalah sebuah desa yang berada di kaki gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.
Tempat ini juga terkenal karena adanya padi rice terrace yang memiliki suasana yang sejuk dengan ketinggian sekitar 700 meter dari permukaan laut.
Desa Wisata Jatiluwih menyuguhkan pemandangan sawah yang berundak-undak yang bisa dinikmati saat sore hari dan melihat matahari terbenam.
Sawah di desa Jatiluwih memakai sistem pengairan subak adalah sistem pengairan tradisional yang dilestarikan di Bali dan lebih berorientasi kepada masyarakat.
Setiap subak mempunyai organisasi sendiri-sendiri yang diatur oleh ketua atau Pekaseh.
Di desa tersebut juga mempunyai pura untuk memuja dewi kemakmuran atau dewi kesuburan. Pada 2012, Subak Jatiluwih resmi menjadi salah satu Situs Warisan Dunia yang diberikan dari UNESCO.
Selain itu, Desa wisata Jatiluwih juga memperoleh predikat Best Tourism Villages dari UN Tourism pada 2024 dan desa wisata Wukisari yang berasal dari D.I. Yogyakarta sebagai desa wisata berkelas internasional yang berdiri di Bali.
Sumber artikel: kemenpar.go.id
