Oktober 15, 2026
Tradisi Perang Tipat Bantal yang ada di Desa Adat Kapal di Bali. (sumber foto: sita.badungkab.go.id/edited by Adi Nata)

Balidalamberita.com, BADUNG – Desa Adat Kapal adalah salah satu desa adat dan desa tradisional yang beralamat di kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Wilayah Bali, Indonesia.

Saat mengunjungi desa ini, maka pengunjung akan disambut adanya sungai Penet di sepanjang sisi baratnya dan mengalir dari utara ke selatan.

Masyarakat desa Adat tersebut juga dikenal ramah tamah yang mencerminkan masyarakat agraris yang menetap di Indonesia.

Desa yang dikenal mempunyai pemandangan yang cantik ini, kerap menjadi tempat singgah bagi wisatawan saat berlibur ke Bali.

Bukan cuma soal pemandangannya yang menakjubkan, tempat ini juga menyimpan berbagai keunggulan yang begitu banyak, apa saja? Simak selengkapnya.

  1. Tradisi Perang Tipat Bantal

Desa adat Bali yang satu ini sering kali menyelenggarakan tradisi unik yang diberi nama Tradisi Perang Tipat Bantal atau yang disebut sebagai Tradisi Aci Rah Pengangon.

Tradisi ini biasanya diadakan pada purnama kapat atau sekitar bulan September sampai Oktober.

Tradisi tersebut diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan karena segala rahmat yang diberikan.

  1. Keberadaan Pura Sada

Keunggulan lainnya, adalah: Pura Sada yang menjadi tempat pemujaan bagi Ratu Manik Galih sebagai simbol Dewi Kemakmuran.

  1. Kerajinan Tangan

Masyarakat di desa tersebut juga tetap mengembangkan industri gerabah yang merupakan kerajinan yang ada di desa ini.

Mereka akan mengolah Daun Lontar tersebut menjadi sesuatu yang menarik bagi wisatawan, saat mereka berkunjung di Desa Adat Kapal ini.

Itulah segelintir keunggulan yang ada di Desa Adat Kapal, salah satunya yang paling menarik adalah Tradisi Perang Tipat Bantal atau Tradisi Aci Rah Pengangon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *