
Balidalamberita.com, KARANGASEM – Desa Padangaji adalah salah satu desa adat Bali yang mengalami dampak Gunung Agung yang meletus pada tahun 1963 silam.
Atas peristiwa tersebut, desa yang terletak di Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem atau sebelah selatan Gunung Agung (gunung tertinggi dan tersuci di Bali) ini terdampak aliran lahar dingin.
Desa ini terdiri atas 3 Banjar, adalah: Padangaji Kangin, Tengah, dan Kawan.
Desa yang tetap berpegang teguh untuk memajukan dan melestarikan tradisi, budaya adat Bali, kearifan lokal, dan nilai-nilai kepercayaan.
Desa adat ini memiliki pertunjukan tari Gambuh yang menjadi bentuk kesenian tradisional Bali untuk memadukan cerita rakyat, seni tari, musik, dan dialog antar sesama warga desa.
Tarian tersebut biasanya menjadi tari pengiring untuk prosesi upacara keagamaan karena dipercaya memiliki nilai kesucian yang berkaitan erat dengan benda-benda suci.
Pertunjukan yang diadakan nantinya akan dijadwalkan secara bersama-sama dengan upacara ritual yang berlangsung di Pura.
Ada beberapa pura yang dianggap suci di sana, seperti: Pura Puseh serta Pura Dalem merupakan tempat bersemayamnya Dewa Wisnu dan Siwa.
Acara yang diadakan, seperti sangkep, pertemuan warga untuk membahas dan mencari solusi terhadap suatu permasalahan yang mungkin ditimbulkan.
Setiap warga desa berhak untuk beropini atau mengeluarkan uneg-unegnya sehingga pendapatnya bisa didengar untuk mencapai mufakat.
Desa yang satu ini bukan hanya menyuguhkan budaya Bali dan nuansa spiritual yang kaya.
Akan tetapi Desa Padangaji juga memiliki keindahan alam yang mempesona sehingga tidak salah banyak wisatawan yang ingin ke sini.
