Oktober 16, 2026
Desa Wisata Pendem

Air Terjun Dewasana Jembrana (www.discovabali.com)

Balidalamberita.com, JEMBRANA – Di balik ramainya jalur utama Bali Barat, terdapat sebuah desa yang menyimpan kekayaan alam dan budaya yang memesona. Desa Wisata Pendem, yang terletak di Kecamatan Jembrana, menawarkan pengalaman wisata yang tenang, alami, dan sarat nilai tradisi. Dari puncak bukit yang memukau hingga warisan budaya tenun khas Jembrana, desa ini menjadi destinasi ideal bagi pencinta wisata alam dan budaya.

Puncak Mawar Dewasana: Menikmati Jembrana dari Ketinggian

Salah satu daya tarik utama Desa Pendem adalah Puncak Mawar, yang terletak di kawasan Dewasana. Tempat ini menyuguhkan panorama spektakuler dari ketinggian, termasuk hamparan perbukitan hijau dan laut selatan Bali di kejauhan. Pengunjung yang mendaki bukit ini akan disambut oleh udara segar dan suasana tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota.

Puncak Mawar juga dikenal dengan ikon taman bunga mawar dan patung mawar raksasa yang menjadi latar favorit untuk berswafoto. Tempat ini sangat cocok untuk beristirahat, meditasi, atau sekadar menikmati momen matahari terbit dan terbenam.

Air Terjun Dewasana: Menyegarkan Diri di Tengah Alam Asri

Tak jauh dari Puncak Mawar, terdapat Air Terjun Dewasana atau yang dikenal dengan nama lokal “Cegur” atau “Yeh Mecebur.” Air terjun ini masih tersembunyi dari jalur wisata utama dan menawarkan suasana alami yang menenangkan. Perjalanan menuju lokasi mengharuskan pengunjung berjalan kaki melewati hutan dan ladang, namun pengalaman yang ditawarkan sangat memuaskan air jernih, gemericik air yang menenangkan, dan udara pegunungan yang sejuk.

Sentra Tenun Jembrana: Melestarikan Warisan Leluhur

Desa Pendem juga dikenal sebagai rumah bagi Sentra Tenun Jembrana, yang terletak di Jalan WR Supratman. Di sini, para perajin perempuan setempat menjaga tradisi menenun dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Pengunjung dapat melihat langsung proses menenun, mengenal motif-motif khas Jembrana, hingga membeli kain tenun sebagai oleh-oleh.

Kegiatan ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi upaya pelestarian budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Sentra ini menjadi pusat edukasi budaya bagi wisatawan dan generasi muda.

Batu Belah: Fenomena Alam yang Unik

Objek wisata lain yang tak kalah menarik di Desa Pendem adalah Batu Belah, sebuah formasi batu besar yang terbelah secara alami dan menciptakan celah unik. Lokasi ini sering dikunjungi oleh para pencinta fotografi dan alam karena keunikannya yang jarang ditemukan di tempat lain.

Pengelolaan Berbasis Komunitas

Desa Wisata Pendem dikelola secara partisipatif oleh masyarakat setempat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata. Warga berperan aktif menjaga lingkungan, menyambut wisatawan dengan ramah, serta mengelola destinasi wisata secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah desa, pemuda, dan tokoh adat menjadikan Pendem sebagai contoh desa wisata berbasis kearifan lokal.

Desa Wisata Pendem merupakan pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi sisi lain Bali yang lebih tenang dan autentik. Dengan perpaduan alam yang asri, budaya tenun yang hidup, dan keramahan masyarakat, desa ini siap menjadi destinasi unggulan di Bali Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *