Instagram/@risnandarhasan
Balidalamberita.com, DENPASAR – Melasti adalah upacara yadnya yang dalam agama Hindu memiliki tujuan dalam penyucian diri baik lahir dan batin.
Upacara tersebut diselenggarakan sekitar 1 tahun sekali dalam penyelenggaraan Hari Raya Nyepi yang berlangsung di Bali.

Melasti pada Lontar Sunarigama dan Sanghyang Aji Swamandala yang perumusannya menurut bahasa Jawa Kuno menjelaskan jika Melasti bisa memberikan peningkatan Sraddha dan Bhakti untuk dalam Dewata menifestasi Tuhan Yang Maha Esa.
Melasti untuk menghanyutkan penderitaan penduduk, menghilangkan papa klesa dan mencegah terjadinya kerusakan alam.
Berdasarkan kutipan lontar, Melasti mempunyai tujuan dalam kehidupan, meliputi:
- Ngiring prewatek dewata
Ngiring prewatek dewata merupakan upacara Melasti yang didahului dengan adanya pemujaan terhadap Tuhan dengan berbagai manifestasinya.
Hal tersebut memiliki tujuan dalam mengikuti tuntunan yang diberikan pra dewa yang merupakan manifestasi Tuhan.
Dengan demikian maka manusia akan mempunyai kekuatan suci ketika berada di dunia ini.
Disebutkan jika para dewa merupakan simbol hadirnya mengelilingi desa adat yang ada, sarana pretima bersama dengan segalan abon-abon Ida Bhatara.
- Anganyutaken laraning jagat
Anganyutaken laraning jagat merupakan menghanyutkan segala penderitaan yang dialami oleh masyarakat.
Sehingga pada upacara Melasti memiliki tujuan dalam memotivasi umat yang ingin menghilangkan berbagai macam jenis penyakit sosial.
Misalnya: kesenjangan diantara kelompok, menghilangkan permusuhan yang mungkin terjadi, wabah penyakit yang menimbulkan keresahan bagi masyarakat, dan lainnya.
Dengan demikian penyakit sosia yang diharapkan ada bisa menghilang di sekitar umat Hindu.
- Papa kelesa
Papa kelesa merupakan Melasti yang mempunyai tujuan dalam memberikan tuntunan umat dalam menghilangkan kemapanan yang bersifat individual.
Papa kelesa memiliki 5 keleas yang bisa membuat orang papa yaitu kegelapan dan mabuk, egois ataupun bisa mementingkan dirinya sendiri, mengumbar hawa nafsu, pemarah hingga pedendam, dan rasa takut karena adanya sebab.
Kelima kelesa ini harus menghilang sehingga membuat umat tersebut tidak menderita.
- Letuhing bhuwana
Letuhing bhuwana merupakan alam kotor.
Upacara Melasti dipercaya dapat membuat umat Hindu bisa melestarikan alam lingkungan.
Selain itu, dapat menghilangkan sifat manusia yang bisa merusak alam sekitar.
Di Bali hal tersebut sebagai salah satunya tradisi yang perlu dijaga dalam menjaga lingkungan.
- Ngamet saringing amerta ring telenging segara
Merupakan mengambil sari-sari yang ada di kehidupan terutama di tengah lautan.
Tujuan Melasti dianggap sebagai perwujudan ritual sakral dalam meningkatkan kehidupan spiritual dalam kehidupan yang lebih seimbang baik lahir maupun batin.
Itulah tadi yang bisa dijelaskan seputar 5 tujuan kehidupan dalam Upacara Melasti yang perlu diketahui oleh umat Hindu di Bali.(*)
