
Gelombang penangkilan pemedek di Pura Agung Besakih dalam rangkaian Karya Ida Betara Turun Kabeh masih terus meningkat.
Hal ini tidak terlepas dari libur panjang dan pemberlakuan cuti bersama oleh pemerintah, sehingga berbagai kalangan tumpah ruah menggunakan kesempatan hari libur untuk menghaturkan sembah bhakti.
Jumlah penangkilan yang besar dan nyaris bersamaan, tak pelak menyebabkan kemacetan di ruas jalan menuju maupun dari Pura Agung Besakih. Banyak sekali cerita mengenai pemedek yang harus bertahan di dalam kendaraan hingga berjam-jam karena terjebak macet.
Sameton, dalam kondisi tersebut, jika sameton memiliki penyakit akibat pencernaan, salah satunya GERD, maka tentu saja sameton harus meningkatkan kewaspadaan.
GERD sangat berbahaya dan terbukti telah banyak menyebabkan kematian diberbagai kalangan, bahkan para artis, pengusaha dan pejabat.

Khusus untuk sameton yang ingin tangkil ke Pura Agung Besakih dan memiliki riwayat GERD, dr Komang Adhi Amertajaya akan membahas tentang GERD dan cara pencegahannya.
Yuks simak info di bawah ini!
Penyakit asam lambung yang satu ini kita kenal dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah penyakit kronis pada lambung.
Kondisi ini dapat terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
Sehingga hal tersebut dapat menyebabkan iritasi pada kerongkongan.
Katup lambung yang normal akan terbuka untuk memungkinkan makanan dan minuman masuk menuju ke lambung dan dicerna tubuh.
Setelah minuman dan makanan masuk ke lambung katup akan tertutup rapat dan kencang guna untuk mencegah isi lambung dapat naik ke kerongkongan sehingga terjadinya muntah.

Namun pada penderita penyakit GERD, katup melemah, sehingga tidak dapat menutup dengan baik.
Hal ini dapat mengakibatkan isi lambung yang terisi makanan dan asam lambung naik ke kerongkongan.
Gejala GERD
GERD memiliki gejala umum yang mirip dengan penyakit maag. Meski memiliki gejala umum yang mirip dengan maag, ada gejala GERD perlu Anda waspadai. Berikut diantaranya.
- Merasakan sensasi terbakar di bagian dada yang terkadang menjalar hingga ke kerongkongan
- Sensasi terbakar memberat setelah makan ataupun berbaring
- Sensasi tersebut juga disertai dengan rasa pahit dan asam di mulut
- Nyeri pada tenggorokan dan suara menjadi serak
- Kesulitan bernapas hingga mual
- Bau mulut maupun baruk kering yang berkepanjangan
Penyebab GERD
Penyebab GERD adalah gagalnya relaksasi cincin (sfingter) yang berperan untuk mengatur proses buka-tutup katup yang menghubungkan kerongkongan bawah dengan lambung.
Ada beberapa makanan yang dapat menjadi faktor penyebab munculnya GERD, antara lain kopi, makanan yang digoreng, alkohol, serta bawang putih dan bawang merah.
Hal lain yang juga dapat meningkatkan risiko penyakit GERD (refluks gastroesofagus) adalah kebiasaan yang dilakukan, seperti :
- Merokok
- Stress baik fisik maupun psikis
- Kebiasaan konsumsi makanan banyak sebelum tidur
- Porsi makan yang berubah-ubah
Selain itu, mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti Aspirin dan Kortikosteroid juga dapat menyebabkan meningkatnya risiko GERD.
Cara Mengatasi GERD
Cara mengatasi gejala GERD, bisa dengan mengonsumsi obat-obatan golongan berikut :
• H-2 receptor blockers, seperti famotidine, cimetidine, dan ranitidine.
• Proton pump inhibitors (PPIs), seperti omeprazole dan lansoprazole.
• Antasida

Dalam menentukan jenis obat yang cocok dan tepat untuk digunakan untuk mengobati penyakit GERD ini, ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.
Selain mengonsumsi beberapa obat di atas, melakukan perubahan gaya hidup juga penting dilakukan agar gejala GERD tidak kambuh.
Perubahan yang dapat dilakukan adalah:
- Hindari stress
- Hindari merokok
- Meninggikan posisi kepala saat tidur
- Menghindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung naik.
- Olahraga secara teratur.
Agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih parah penting untuk kita mengenali gejala GERD dan melakukan langkah-langkah penanganan sejak dini untuk mengatasinya.
Namun kembali lagi, kita perlu segera berkonsultasi ke dokter jika gejala GERD yang kita alami tidak kunjung membaik.
Artikel utama ditulis oleh dr. I Komang Adhi Amertajaya untuk www.balidalamberita.com
