BaliDalamBerita.com – Salah satu program unggulan Rumah BUMN Denpasar dan paling banyak digemari, adalah Women Entrepreneur Club. Salah satu kegiatan favorit yang rutin dilaksanakan adalah “Business English Classes For Women Entrepreneurs In SMEs”.
Menurut I Made Abdi Negara, Direktur Rumah BUMN Denpasar dalam keterangan pers yang diterima Rabu (12/4), kegiatan ini merupakan upaya Rumah BUMN Denpasar untuk mendorong Pelaku UMKM Perempuan untuk lebih percaya diri bertransaksi secara langsung maupun tidak langsung dengan pembeli dari luar negeri. Hal ini sekaligus menjawab tantangan naik kelas, yang salah satunya adalah dengan membawa produk UMKM bersaing di kancah perdagangan global.
“Program ini, sebenarnya adalah tindaklanjut dari hasil evaluasi internal kami saat pelaksanaan KTT G-20 di Bali dimana, banyak sekali UMKM binaan kami kehilangan penjualan karena kemampuan berbahasa yang kurang”ungkap Abdi.
Selain kegiatan di kelas, Women Entrepreneurs Club Rumah BUMN Denpasar juga melanjutkan dengan praktek di lapangan melalui “Field Practice Business English Classes”.
Kegiatan Field Practice ini dilaksanakan secara rutin di salah satu restoran di Jalan Danau Tamblingan Sanur-Denpasar.
“Dalam Field Practice, pelaku UMKM langsung berinteraksi dengan turis asing dan memasarkan produknya dengan tetap di dampingi oleh Coach Ibu Deny yang memegang sertifikat dari Cambridge University”jelasnya.
Ibu Ribka, pemilik UMKM Memory Cake Bali menyatakan program Women Entrepreneurs Club Rumah BUMN Denpasar ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan usahanya.
Diakuinya, produk cake yang diproduksinya, tidak jarang dibeli oleh orang asing, sehingga pelatihan berbahasa Inggris yang diadakan sangat bermanfaat untuk memaksimalkan penjualan.
“Kami jadi lebih percaya diri, karena selain belajar di kelas, kami juga didampingi untuk praktek secara langsung menawarkan produk kami”jelasnya.
Pelaku UMKM Binaan Rumah BUMN Denpasar lainnya, Ibu Gek Mel pemilik UMKM Rare Bali juga menyatakan kegiatan Women Entrepreneur Club ini sangat bermanfaat. Selama ini, dia mengaku setiap bertemu dengan calon pembeli orang asing, langsung gugup dan takut.
“Biasanya dulu, saya dan kawan kawan UMKM bersembunyi dibelakang booth, setiap kali ada calon pembeli bule yang datang terutama saat pameran”ceritanya.
Namun setelah mengikuti 2 kali kelas Pelatihan Bahasa Inggris dan 1 Kali kelas Praktek Lapangan, mentalnya terbangun dan lebih banyak referensi untuk menawarkan ataupun menjelaskan tentang produknya.
Ibu Denni, Coach kegiatan ini mengaku sangat bangga dan berbahagia melihat bagaimana semangat pelaku UMKM untuk berusaha berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Pemegang Sertifikasi dari Cambridge University yang juga memimpin sebuah lembaga kerjasama dua negara yang berkegiatan di Bali ini mengaku senang bisa berbagi dengan pelaku UMKM di Bali.
Dikatakan, dirinya mengajar UMKM sebagai bentuk kontribusi di luar jam kerja atau saat weekend, sebagai kegiatan sosial dan ungkapan kepedulian bagi Pelaku UMKM perempuan yang masih merasakan dampak Pandemi COVID 19 beberapa waktu lalu.
“Saya bergabung dengan Rumah BUMN Denpasar karena melihat visi dan misi yang kuat untuk membantu UMKM benar benar naik kelas” tutupnya.
